Berita Game

Review Game Senua’s Saga Merekomendasi Permainan Petualang 2024

Ini ini banyak sekali game yang mempunyai sosok perempuan tangguh sebagai karakter utamanya. Review game kali ini akan membahas perihal Senua’s Saga: Hellblade II yang mempunyai sosok perempuan, adalah Senua sebagai karakter utama.

Senua mungkin tak terlalu familier di alat pendengaran masyarakat Indonesia karena hanya rilis secara eksklusif di Xbox Series X|S dan PC. Meski seperti itu, game ini bisa menjadi salah satu game underrated yang bisa kau coba buat jajal di 2024.

Penasaran dengan ulasan game Senua’s Saga: Hellblade II dari KINCIR? Yuk, simak artikelnya berikut ini!

Review Game Senua’s Saga: Hellblade II (2024)
Gameplay linier yang bikin berasa nonton film

Salah satu keunikan yang terdapat dalam Senua’s Saga: Hellblade II yang mungkin jarang ditemukan di game action adventure slot thailand lainnya adalah kisahnya yang linier. Sejak awal hingga akhir game ini, kau tak akan merasa sedang main game dan malah merasa kayak nonton film.

Sepanjang KINCIR mencoba game ini, hampir semua feel-nya seperti sedang memandang petualangan Senua buat menumbangkan sang raksasa Illtauga yang jadi antagonis utama. Contohnya saat sedang bermain karenanya ada dua garis hitam di atas dan bawah layar seperti saat sedang nonton bioskop.

Kemudian transisi antara cutscene dengan gameplay juga sangat halus, dan malah nyaris tak terasa bedanya. Satu-satunya sistem buat membedakan mana gameplay dan mana cinematic yang aku rasakan adalah dengan memandang apakah Senua menanggapi gerakan yang di-input dari controller.

Kecuali itu game ini yang enggak open-world dan minim eksplorasi juga menjadi salah satu kekuatan tarik tersendiri. Saat kau telah melalui checkpoint tertentu, karenanya kau tak bisa kembali ke checkpoint tersebut. Soalnya tiap kisah yang disebutkan di sini mempunyai latar belakang tempat yang bisa dibilang berbeda-beda.

Jadinya game ini rasanya sangat linier karena kau hanya akan berfokus ke depan tanpa wajib memikirkan side quest apapun. Malahan KINCIR baru menyadari seandainya game ini juga punya collectibles saat telah di pertengahan game, soalnya di paruh pertama game aku benar-benar fokus buat melanjutkan kisah Senua tanpa memandang seandainya ada collectibles betebaran.

Cara kombat yang enggak ribet bikin fokus menikmati cerita
Feel seperti nonton film juga semakin kuat berkat sistem kombat yang enggak ribet. Soalnya sistem kombatnya terbilang gampang buat dikendalikan seandainya telah tau kapan momen yang tepat buat dodge atau parry saat musuh menyerang.

Saat menyerang juga ada light attack dan heavy attack seperti di game action adventure lainnya sehingga kau enggak akan kesusahan buat adaptasi. Satu mekanik tambahan lainnya adalah kekuatan spesial Senua adalah “Focus” yang membikin waktu berjalan lambat sehingga kau bisa dengan gampang menyerang musuh ataupun menghindari serangannya.

Secara keseluruhan gameplay-nya juga tak ribet sehingga benar-benar membikin kau tenggelam dalam cerita. Mungkin satu-satunya yang bisa membikin kau agak berpikir adalah saat wajib mengatasi puzzle agar bisa lanjut ke langkah berikutnya.

Sound yang benar-benar bikin merinding
Secara visual game ini juga terbilang nikmat buat dipandang apalagi sembari mengaktifkan HDR yang bisa mempertajam kwalitas gambarnya. Skor plus lainnya terdapat dari tingkat detil karakternya yang luar biasa hingga ke hal-hal kecil seperti gusi dan gigi yang sangat realistis. Mimik wajah dari tiap karakter juga sangat realistis dan motion capture-nya berhasil merekan gerakan tubuh hingga wajah hingga detil terkecil.

Tapi satu hal yang wajib menerima kebanggaan adalah sound-nya yang luar biasa. Dua jempol atau mungkin lebih sepertinya wajib KINCIR berikan buat orang-orang yang menggarap sound-nya karena berhasil membikin merinding.

Meski bukan game horor tapi kesan seram berhasil ditonjolkan dengan apik. Suara di dalam kepala Senua benar-benar terdengar dengan jelas dan seolah benar-benar berada di dalam kepala aku saat me-ulasan game ini.

Mulai dari suara-suara yang memotivasi atau justru membikin depresi, hingga suara sang ayah yang dibuktikan seperti suara iblis berhasil membikin bulu kuduk di sekujur tubuh berdiri. Apalagi buat orang yang penakut seperti aku, suara-suara tersebut berhasil —dengan gampang— membikin aku bergidik padahal secara visual tak ada sesuatu yang seram.

Anda mungkin juga suka...